Apresiasi Fotografi Pesisir di Festival Kenduri Laot

BANDA ACEH — Festival Kenduri Laot dan Kenduri Anak Nelayan Aceh resmi digelar di Dermaga Kantor Panglima Laot Lhok Kuala Cangkoi, Ulee Lheue, Banda Aceh, Rabu (22/07). Kegiatan ini menjadi momentum krusial untuk memperkuat pelestarian hukum adat laut sekaligus mengedukasi generasi muda mengenai pentingnya menjaga ekosistem pesisir.

Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, menegaskan bahwa tradisi ini memiliki nilai mendalam yang melampaui sekadar perayaan tahunan.

“Kenduri laot bukan sekadar tradisi, melainkan juga mengandung nilai keislaman, sosial, budaya, dan lingkungan yang harus terus dijaga,” ujar Illiza di sela-sela kegiatan.

Rangkaian acara berlangsung khidmat sekaligus meriah. Festival diisi dengan kegiatan keagamaan seperti zikir dan doa bersama, santunan serta kenduri anak yatim, hingga tradisi memasak kuliner khas Aceh, kuah beulangong. Tak hanya itu, suasana makin semarak dengan adanya festival seni dan budaya adat laot, lomba fotografi pesisir, serta atraksi pelesiran di perairan Ulee Lheue.

Pengumuman Pemenang Lomba Fotografi Pesisir

Sebagai bagian dari edukasi dan wadah kreativitas generasi muda, panitia juga mengumumkan para pemenang Lomba Fotografi Pesisir:

  • Juara 1: Neni Raina Mawaddah (Universitas Syiah Kuala) — Penyerahan hadiah oleh Kepala Dinas Pangan Pertanian Kelautan dan Perikanan Kota Banda Aceh, Iskandar, S.Sos, M.Si.
  • Juara 2: Fathi Rizqulah Agna (Universitas Muhammadiyah Aceh) — Penyerahan hadiah oleh Panglima Laot, Pawang Syafaat.
  • Juara 3: Rafi Gustian (Universitas Syiah Kuala) — Penyerahan hadiah oleh Dosen Universitas Teuku Umar, Rika Astuti, S.Kel., M.Si.

Melalui perpaduan nilai adat, budaya, dan keterlibatan anak muda ini, Pemerintah Kota Banda Aceh berharap kesadaran akan kelestarian laut dan budaya bahari Aceh dapat terus lestari dari generasi ke generasi.