BANDA ACEH — Pemerintah Kota Banda Aceh melalui Dinas Pangan Pertanian Kelautan dan Perikanan (DP2KP) sukses melangsungkan program Gerakan Pangan Murah (GPM) selama dua hari berturut-turut (22-23 September 2026} di dua lokasi berbeda, yakni di Lapangan Sepak Bola dekat Masjid Gampong Emperom (Kecamatan Jaya Baru) dan area Halaman Masjid Pango (Kecamatan Ulee Kareng).
Pelaksanaan hari pertama di Kecamatan Jaya Baru terasa makin istimewa karena dihadiri langsung oleh Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal bersama perwakilan dari Bank Indonesia (BI). Kehadiran para pimpinan dan pemangku kepentingan ini menjadi bentuk komitmen nyata kolaborasi antar-lembaga dalam mengendalikan laju inflasi daerah serta memastikan kestabilan harga pangan pokok bagi masyarakat.
Paket Sembako Subsidi yang Laris Manis
Masyarakat menyambut antusias program subsidi pangan ini. Hanya dengan Rp 170.000,- per paket, warga membawa pulang komoditas pangan berkualitas super yang sangat dibutuhkan rumah tangga :
-
Beras Premium (5 Kg): Rp 62.000,-
-
Minyak Goreng SunCo (2 Liter): Rp 38.000,-
-
Gula Kemasan PSM (2 Kg): Rp 30.000,-
-
Telur Ayam Ras (1 Papan): Rp 40.000,-
Sinergi Meringankan Beban Ekonomi Warga
Kepala Dinas Pangan Pertanian Kelautan dan Perikanan (DP2KP) Kota Banda Aceh, Iskandar, menyampaikan bahwa Gerakan Pangan Murah merupakan langkah konkret pemerintah untuk memperkuat ketahanan pangan warga di tengah dinamika harga pasaran.
“Gerakan Pangan Murah ini hadir sebagai langkah proaktif Pemko Banda Aceh dalam menekan inflasi serta memastikan ketersediaan pangan yang aman dan terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat. Berbagai subsidi komoditas ini diharapkan dapat meringankan pengeluaran harian warga Banda Aceh,” ungkap Iskandar.
Rangkaian acara dari hari pertama hingga hari kedua berjalan sangat tertib, rapi, dan transparan. Warga yang tertib membawa KTP terlayani dengan nyaman oleh petugas, menjadikan kegiatan ini berjalan sukses dan tepat sasaran. (ir)
