BANDA ACEH — Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia, Pemerintah Kota Banda Aceh melalui Dinas Pangan Pertanian Kelautan dan Perikanan (DP2KP) merespons kebutuhan masyarakat dengan memfasilitasi program Gerakan Pangan Murah (GPM) selama dua hari berturut-turut, 13–14 Agustus 2026.
Pada hari pertama, pasokan pangan bersubsidi dipusatkan di Masjid Tgk. Dianjong, Gampong Peulanggahan. Sementara pada hari berikutnya, kegiatan bergeser ke Komplek Bapperis yang berada di samping Pendopo Gubernur Aceh, Gampong Peuniti. Penyelenggaraan di lokasi kedua ini juga ditinjau langsung oleh Wali Kota Banda Aceh.
Kepala DP2KP Kota Banda Aceh, Iskandar, S.Sos, M.Si, menjelaskan bahwa langkah ini diambil guna meringankan beban ekonomi warga dalam memenuhi bahan pokok esensial harian.
“Tujuan GPM ini untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau, sekaligus bentuk kontribusi nyata Pemko Banda Aceh dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan,” ujar Iskandar.
Selain menyasar keterjangkauan daya beli warga menjelang perayaan hari kemerdekaan, intervensi pasar ini difungsikan sebagai instrumen dalam meredam laju inflasi daerah, khususnya pada komoditas pangan. Melalui penyediaan komoditas di bawah harga rata-rata pasar, Pemko Banda Aceh berharap dapat menjaga keseimbangan stok sekaligus menekan lonjakan harga pasar secara berkelanjutan. (ir)

