Dalam upaya meringankan beban ekonomi masyarakat menjelang hari raya, Pemerintah Kota (Pemko) Banda Aceh sukses menggelar Pasar Murah Daging Meugang yang berlangsung selama dua hari, yakni pada 17-18 Maret 2026.
Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara Pemko Banda Aceh melalui Dinas Pangan Pertanian Kelautan dan Perikanan dengan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh, Bank Aceh Syariah, serta Perumdam Tirta Daroy. Sinergi ini bertujuan untuk memastikan ketersediaan pangan hewani dengan harga yang lebih terjangkau di tengah fluktuasi harga pasar.
Harga Jauh di Bawah Pasar
Kepala Dinas Pangan, Pertanian, Kelautan dan Perikanan (DP2KP) Kota Banda Aceh, Iskandar, menjelaskan bahwa komoditas yang ditawarkan dalam program ini memiliki kualitas premium namun dengan harga yang dipangkas signifikan.
“Harga daging dengan kualitas premium di Pasar Murah Daging Meugang ini kita lepas di harga Rp140.000 per kilogram. Jika dibandingkan dengan harga di pasar umum yang saat ini mencapai Rp160.000 hingga Rp180.000, selisihnya sangat membantu warga,” ujar Iskandar.
Iskandar juga menambahkan bahwa antusiasme masyarakat sangat luar biasa sejak hari pertama dibuka. Antrean warga yang ingin mendapatkan daging murah terlihat tertib di beberapa titik lokasi pelaksanaan.
Kehadiran Wali Kota Banda Aceh di lokasi pemantauan menunjukkan keseriusan pemerintah dalam mengawal kegiatan ini. Wali Kota terpantau turun langsung mulai dari hari pertama hingga hari kedua untuk memastikan distribusi daging berjalan lancar dan tepat sasaran.
Selain membantu daya beli masyarakat, Iskandar menegaskan bahwa agenda ini memiliki misi ekonomi yang lebih besar bagi daerah.
“Ini adalah upaya kita bersama untuk menyediakan daging dengan harga terjangkau bagi warga Kota Banda Aceh. Dengan terjaganya stabilitas harga jual, tentunya berpengaruh langsung terhadap pengendalian laju inflasi daerah,” pungkasnya.
Hadirnya pasar murah ini diharapkan dapat menekan spekulasi harga di pasar tradisional sehingga tradisi Meugang tetap bisa dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa terbebani harga pangan yang melambung tinggi.
